TETAP EFEKTIF PEMBELAJARAN DI MASA PANDEMI MENGGUNAKAN GOOGLE MEET BERBANTUAN PEN TABLET

 

TETAP EFEKTIF PEMBELAJARAN DI MASA PANDEMI MENGGUNAKAN GOOGLE MEET BERBANTUAN PEN TABLET

 






Musibah Pandemi COVID-19 berimbas besar terhadap segala aspek kegiatan manusia, tanpa kecuali pendidikan. Hampir seluruh negara memutuskan untuk menutup sekolah, perguruan tinggi maupun universitas, termasuk Indonesia. Hal ini diambil mengingat cepatnya penyebaran virus dan  bias berakibat mematikan.

Pemerintah Indonesia harus mengambil keputusan yang sulit yakni ada dua pilihan menutup sekolah untuk mengurangi kontak orang- orang secara masal dan untuk menyelamatkan hidup atau tetap harus membuka sekolah dalam rangka survive para pekerja dalam menjaga keberlangsungan ekonomi.

Pada akhirnya diputuskan  melalui surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, tertanggal 24 Maret 2020 nomor 4 tahun 2021 bahwa saat ini proses belajar mengajar dialihkan secara mandiri  dengan model Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) melalui sistem daring. Menindaklanjuti surat edaran tersebut, Penulis sebagai guru matematika di SMP Negeri 41 Semarang berkewajiban mengubah metode pembelajaran di sekolah menjadi pembelajaran jarak jauh meski dengan banyak keterbatasan kemampuan dan suasana yang terasa berbeda.

Di awal kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh, penulis menggunakan model pembelajaran melalui Google Classroom sebagai wadah kelas maya. Setiap tugas dan materi yang berupa file rangkuman atau video pembelajaran, penulis share di menu forum dan tugas kelas. Absensi siswa dilakukan melalui Google Form, sedangkan komunikasi berupa tanya jawab  antara siswa dengan penulis menggunakan media WA Group.

Pembelajaran jarak jauh melalui system daring yang penulis lakukan tersebut ternyata berjalan kurang efektif. Siswa banyak yang tidak absen bahkan kadang tidak merespon ketika penulis memunculkan sebuah pertanyaan mengenai materi yang sedang diajarkan. Prestasi belajar yang didapatkan pada materi Segitiga dan segiempat pun tidak mengalami ketuntasan klasikal, yaitu 56,25% dari yang seharusnya 85%. Bahkan ketika salah satu siswa yang tidak aktif pada kegiatan pembelajaran di videocall melalui aplikasi Whatsapp ternyata tidak diangkat bahkan kadang mereject panggilan dari penulis. Saat itu juga penulis merasa terhenyak, ada apa gerangan sehingga peserta didik begitu mengabaikannya.

Penulis mengasumsikan bahwa telah terjadi pergeseran pola pembelajaran yang di alami oleh peserta didik dari sistem pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran daring. Kurangnya suatu media pembelajaran yang menyediakan berbagai sumber belajar dan penyampaian materi yang kurang interaktif serhingga mereka lebih banyak melakukan aktivitas lain di luar kegiatan pembelajaran yang mengakibatkan materi tidak tersampaikan secara maksimal. Penulis menganggap bahwa pembelajaran jarak jauh yang dilakukan  selama ini kurang efektif.

Pada penelitian yang dilakukan oleh Yuda Darmawan, Skripsi : ”Penggunaan Aplikasi Google Meet dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika” ( Surakarta : Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2019) di sebutkan bahwa efektif atau tidaknya suatu pembelajaran sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Hasil belajar merupakan hasil yang didapat oleh siswa setelah melakukan proses pembelajaran yang ditunjukkan dengan hasil tes yang dilakukan oleh guru. Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor ekternal. Faktor internal (berasal dari dalam diri siswa) yang mempengaruhi hasil belajar siswa diantaranya yaitu : (1) Faktor Fisiologis dan (2) Faktor Psikologis. Sedangkan faktor eksternal (faktor dari  luar diri siswa) yaitu : (1) Faktor Lingkungan dan (2) Faktor Instrumental.

Berdasarkan hal tersebut, penulis akhirnya menarik kesimpulan bahwa perlu adanya suatu metode pembelajaran yang meminimalisir perbedaan antara Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) system daring dengan Pembelajran Tatap Muka (PTM). Karena pada dasarnya di butuhkan pertemuan  langsung antara guru dengan peserta didik. Jadi setiap permasalahan yang dialami oleh siswa dapat segera teratasi dan jika ada siswa yang berprestasi secara akademik maka perlu juga diberi reward entah hanya ucapan “Bagus jawaban kalian benar”

Berdasarkan hal tersebut, akhirnya penulis mempunyai alternatif penyelesaian yaitu menggunakan Google Meet sebagai pengganti pertemuan tatap muka dan tetap menggunakan Google Classroom sebagai wadah kelas untuk mengakomodir kantong tugas siswa.  Sedangkan pada saat pembelajaran di Google Meet, penulis menggunakan papan tulis virtual yaitu Jamboard dan alat Pen Tab untuk menggantikan spidol.

Selama kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh system daring, penulis tetap malakukan pembelajaran formal dengan masuk kelas virtual menggunakan video conference Google Meet. Jadwal yang diberlakukan menggunakan jadwal khusus yakni perjam pelajaran yang biasanya 40 menit menjadi 30 menit dan biasanya 5 jam pelajaran/minggu di reduksi menjadi 3 jam pelajaran / minggu.

Dalam proses pembelajaran, Penulis sekaligus menjadi pengajar dan HOST mengingatkan peserta didik untuk masuk ke kelas virtual yaitu Google meet sesuai jadwal pelajaran. Pada Proses Pembelajaran penulis memaparkan materi dengan power point serta menjelaskan proses penyelesaian soal dengan menggunakan pen tablet sebagaimana menjelaskan proses pengerjaan soal pada papan tulis dengan spidol, sehingga proses pengerjaan soal menjadi lebih jelas dan terstruktur. Pada proses pembelajaran tersebut, guru juga bisa memantau keseriusan siswa dalam belajarnya, dengan sesekali mewajibkan membuka kamera saat pembelajaran, terkecuali siswa yang internetnya menggunakan paket data.

Pada kegiatan ini proses penyampaian materi, pemberian soal-soal, tanya jawab, dan menanggapi jawaban peserta didik bisa berlangsung mirip seperti saat pembelajaran tatap muka. Penyampaian materi menggunakan aplikasi powerpoint dengan cara share screen. Menampilkan hasil kerja peserta didik dengan cara meng-Pin peserta didik. Kegiatan mengkoreksi jawaban peserta didik dengan cara mengcopy jawaban tersebut ke Jamboard kemudian ditampilkan ke Google Meet dan dikoreksi dan diberi nilai menggunakan Pen Tab. Di sela sela penyampaian materi siswa masih bisa saling bercanda satu sama lain.

Berdasarkan pengalaman penulis, penggunaaan Google Meet berbantuan powerpoint dan alat pen tablet dapat meningkatkan hasil belajar. Dari data penelitian yang dilakukan penulis, hasil belajar siswa menunjukan peningkatan yang signifikan, dibuktikan dengan peningkatan skor keaktifan peserta didik sebelum penelitian sebesar 34,75%, meningkat menjadi 87,5%. Selain itu, pencapaian persentase KKM mengalami peningkatan, sebelum penelitian sebesar 56,25%, meningkat menjadi 87,5%.

Komentar